DUNIA MASA DEPAN ADALAH AUTOMATISASI DIGITALISM

DUNIA PALSU SEMU TIPU TIPU SARIMAN ASULEMAN MURSYID PAUD

MAKHLUM AJE BRE ;; TUHANE RA WARAS ;; PELAJARI TUHAN PALSU TUHAN SALAH TUHAN BENAR ZOROASTERIAN [ZARATHUSTRA]

PENGADILAN RAKYAT PENGUASA ;; KAMU PIKIR HIDUP DI DUNIA MUSTI REKOSO BERSUSAH PAYAH ITU LUMRAH KARENA HANYA SEMENTARA SEBELUM MENETAP SELAMANYA DI SURGA ATAU NERAKA ??

LAHIR NDAK PERNAH PUNYA DUIT KECUALI TURUNANE BALUNGAN GAJAH ;; UMUME KUDU DADI NASABAH BISNIS RIBA DICEKEK KREDIT BANK SELAWASE URIP TURUN TEMURUN PITUNG PULUH TURUNAN ;; GLORIA BANK BERUSAHA MEMUTUS MATA RANTAI HIDUP KOPLAK SABOTASE ASULEMAN MURSYID PAUD DEWA 19 SUNDALRARAAJAN 19

NALARE KAMBING CONGEK BEBEK DONGOK PENURUT NDAK ADA OTAKNYA KALO MIKIRE MASIH GINI INI //

SEMUANYA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA :: MAUAMU ASU ///

REPUBLIK RAKYAT SUKA[R] MAJU

DISCLAIMER

📜 DISCLAIMER

Weblog ini adalah ruang belajar — cara saya berlatih berpikir dan mengungkapkan pendapat secara jujur dan bertanggung jawab.

Kebenaran, kenyataan, dan rahasia penciptaan bukan untuk disembunyikan, melainkan sudah saatnya disampaikan. Bukan untuk memecah belah, memfitnah, ataupun menghina siapa pun.

Jika ada tulisan yang dirasa tidak berkenan, silakan sampaikan masukan dengan baik.

Internet adalah sarana belajar dan menyampaikan gagasan. Semua orang dilahirkan bodoh. Jika salah karena tidak tahu, itu adalah hal yang wajar.

Orang yang paling pandai adalah yang sadar bahwa dirinya bodoh, dan tidak pernah berhenti untuk belajar.
Sedangkan orang yang merasa paling benar, justru tenggelam dalam kebodohan yang paling dalam.
weblog ini adalah cara saya belajar berpikir belajar mengungkapkan pendapat secara benar, bahwa kebenaran, kenyataan dan rahasia penciptaan yang sesungguhnya sudah saatnya disampaikan. bukan untuk ditutup tutupi atau disembunyikan. tidak ada tujuan untuk memecah belah, membuat fitnah atau pelecehan dan penghinaan.

jika ada tulisan yang membuat tidak berkenan, harap disampaikan.

belajar menggunakan internet sesuai keperuntukan dan keberadaannya, internet adalah sarana belajar menyampaikan pendapat secara publik, semua orang dilahirkan bodoh, jika salah karena tidak tau adalah wajar. sudah saatnya berhenti menghakimi salah benar, baik dan buruk. orang paling pandai adalah menyadari dirinya bodoh dan tidak pernah berhenti untuk belajar. merasa diri paling pandai dan paling benar adalah orang paling bodoh yang tenggelam dalam kebodohan.



METAMORF

Sabtu, 16 Mei 2026

ASUDIKTI KEMENDIKTIKAINSOFTEX

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi mengubah nomenklatur program studi Teknik menjadi Rekayasa di seluruh perguruan tinggi Indonesia. Perubahan ini berlaku sejak 9 September 2025 dan menggantikan aturan yang telah berlaku sejak 2022. Perubahan itu ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 96/B/KPT/2025 tentang Nama Program Studi pada Jenis Pendidikan Akademik dan Pendidikan Profesi, yang ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi. Lampiran I keputusan mencantumkan rumpun ilmu nomor 34 dengan keterangan eksplisit: ""Rekayasa (masih bisa menggunakan kata TEKNIK)"" dengan padanan bahasa Inggris Engineering. Artinya, meskipun nama resmi berubah menjadi Rekayasa, perguruan tinggi masih diperbolehkan menggunakan kata Teknik dalam penamaan program studinya. Perubahan nama itu berdampak pada puluhan program studi. Seluruhnya kini mencantumkan kata Rekayasa sebagai nama resmi, antara lain Rekayasa Sipil (Civil Engineering), Rekayasa Mesin (Mechanical Engineering), Rekayasa Elektro (Electrical Engineering), hingga program baru seperti Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (Robotics Engineering and Artificial Intelligence). Perubahan nama juga berdampak langsung pada gelar lulusan. Diktum Ketiga mengatur bahwa ""perguruan tinggi menggunakan inisial rumpun ilmu atau inisial nama program studi dalam Lampiran I dan Lampiran II untuk menetapkan gelar lulusan."" Seluruh program studi di rumpun Rekayasa menggunakan inisial ""T."" sebagai penanda gelar. Perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) mendapat kelonggaran khusus. Diktum Kedua menyatakan bahwa ""perguruan tinggi negeri badan hukum dapat menggunakan nama program studi yang sepadan dengan nama program studi dalam Keputusan Direktur Jenderal ini dan melaporkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi."" Keputusan ini sekaligus menggugurkan regulasi sebelumnya. #FlashTirto #PendidikanTinggi #FakultasTeknik #ProgramStudiTeknik #Teknik #Universitas #InstitutTeknologi #kemendiktisaintek (Mochammad Fajar Nur / tirto. id) Telah disunting · 1 hari KEMENDIKTIKAINSOFTEX ;; PERKARAKAN GUE NGATAIN ELU ANJING GELADAK BULUKAN PAKE UU ITE KOMINFO MERONGRONG KEWIBAWAAN PEMERINTAH ;; NYSATANE ELU JAJARAN SINDIKAT REZIM TIDAK PUNYA WIBAWA DAN TIDAK TAU MALU ;; MENTRI PENDIDIKAN KEK ELU ;; DIKIRANYA RAKYAT KAMBING CONGEK MA BEBEK GORENG DONGOK SEMUA YA ;; SekarangBalas

0 komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger

AWAL MULA KEBERADAAN AGAMA - AGAMA

disinyalir terjadi kesalahan pada penciptaan kehidupan manusia di muka bumi. baca kitab kejadian : berapa puluh atau ratus generasi manusia awal mula dibasmi dan dimusnahkan.

AGAMA HANYA MEMBUAT PENGKOTAK KOTAKAN :
"MEREKA BUKAN GOLONGANKU" -
"MEREKA BUKAN SAUDARA SEIMAN" :
GOLONGAN SALAH DAN BENAR;
TUHAN MEREKA SALAH; HANYA TUHAN KU MAHA BENAR,
"HANYA GOLONGAN KU PALING BENAR"

agama dan religiositas adalah matarantai dari paganisme, berbeda dengan spiritualitas dan keyakinan.

selamanya "agama" hanya membuat manusia jadi bodoh dan malas berpikir,
agama dan Tuhan adalah hantu paling menakutkan.
manusia paling suka menjadi Tuhan yang menghakimi orang lain salah, atas nama "KEBENARAN" - notabene adalah "kebodohan berjamaah"

SUDAHKAH JADI MANUSIA?
manusia adalah Tuhan yang hidup dan wujud makhluk.
Tuhan adalah manusia yang humanis.

mengapa masih malas dan enggan berpikir?
benarkah sudah berpikir?
bukankah hanya "mengiyakan: menurut literatur atau textbook" -

manusia berpikir adalah mempunyai falsafahnya sendiri;
merujuk pada Al Imam Al Ghazali : "setiap orang seharusnya punya filsafat masing masing"

siapa yang salah atau apa yang salah, ...