APA ITU BICARA SOPAN DAN STANDARD KOMUNITAS ??
THIS IS PREX //
===================
mahasiswagabut.id
Dinamika demokrasi di awal tahun 2026 ini kembali diuji lewat kasus yang menimpa Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. Persoalan bermula ketika Tiyo melayangkan kritik tajam terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan sebuah tragedi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur. Alih-alih mendapatkan ruang dialog yang sehat, kritik tersebut justru berbuntut panjang pada serangkaian teror personal yang mengkhawatirkan. Tiyo tidak hanya menerima ancaman penculikan melalui pesan WhatsApp dari nomor asing, tetapi intimidasi tersebut juga merembet ke ranah keluarga dengan menyasar ibundanya lewat narasi fitnah mengenai penggelapan dana kampus.
Di tengah situasi yang mengancam keselamatan warga negaranya ini, respons dari pihak pemerintah memicu perdebatan baru di ruang publik. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memberikan pernyataan yang cenderung lebih menyoroti aspek etika dan pemilihan diksi ketimbang mengecam keras tindakan teror itu sendiri. Dengan membawa narasi budaya Timur, pemerintah mengingatkan agar penyampaian kritik dilakukan dengan cara yang arif dan penuh tanggung jawab. Sikap ini dinilai banyak pihak sebagai bentuk pengalihan isu, di mana substansi ancaman kriminal yang dialami mahasiswa seolah terpinggirkan oleh diskursus soal kesantunan berbahasa.



0 komentar:
Posting Komentar